Senin, 10 November 2014

Just Write, Don't Judge



C. I. N. T. A.
“5 Huruf, 1 Kata, Berjuta Makna”

Cinta? Siapapun tahu akan kata itu. Tapi tak ada satupun yang tahu apa makna dari kata itu. Setiap kita ditanya untuk menjelaskan apa maksud dari kata tersebut, kita pasti akan menjelaskan tentang isi hati kita, bukan untuk menjelaskan makna dari kata cinta tersebut. Sama seperti halnya Ryan, remaja yang tengah tumbuh menuju dewasa itu pun masih mencari-cari apa makna dari kata cinta, terlebih lagi untuk mencari sosok cinta sejatinya. Untuk mencari makna cinta saja dia tak sanggup, apalagi untuk menemukan seorang yang mau mengambil komitmen bersamanya, sulit sekali. Beruntung, seorang Ryan yang dianugrahi dengan wajah yang biasa-biasa saja sudah memiliki dambatan hati untuk saat ini.
 Terlihat Ryan sedang mengaduk-aduk minuman yang telah dipesan oleh nya disebuah tempat makan ternama di daerah yang sedang ia singgahi sementara karena sedang menuntut ilmu, bisa disebut ia sedang merantau untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
Akhir-akhir ini Ryan sedang murung. Entah apa yang terjadi, namun yang pasti ketidaksukaannya pada dunia kampus nya lah yang membuat dia semakin tidak terkendali emosinya, ditambah lagi dengan pacarnya yang menurutnya terlalu acuh untuk mengungkapkan kata ‘cinta’ saja.
“Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus terus berpura-pura seperti ini? Melakukan aktifitas yang bisa membuatku gila perlahan? Aku sudah tak sanggup lagi Tuhan, tolong aku!”
 Air mata keluar dari sela-sela mata Ryan, nampaknya dia benar-benar sudah lelah dengan hidup ini. Ditambah lagi dengan adanya suatu permasalahan dia dengan seniornya, entah karena apa, tapi yang jelas itu berbuntut panjang sampai-sampai senior itu yang menjabat sebagai asisten lab di suatu kampus ternama di daerah tersebut selalu membuat Ryan frustasi. Bagaimana tidak, dua kali dia buat laporan dan hasilnya selalu nihil, selalu tidak berjalan mulus jika ditangani oleh dia, sungguh pria yang kurang beruntung.
            “Andaikan jalan hidupku selalu mulus, pasti hal ini tidak akan terjadi.” Gerutu Ryan terhadap uneg-uneg nya.
            Namun dari segala keluh kesah Ryan selama di kampus, ada satu hal yang membuat dia bersemangat ke kampus tersebut. Sudah jelas, dia adalah Fitria, teman satu jurusannya yang sekarang sudah resmi menjadi pacar nya. Karena Fitria, hidup Ryan yang awalnya dipandang buruk oleh dirinya sendiri, kini berubah menjadi indah selalu jika sedang bersama Fitria. Hidup Ryan seolah-olah merupakan lahan kosong, datang seorang gadis yang menanami berbagai bibit bunga yang indah dan bermekaran disetiap sudutnya. Karena Fitria juga, Ryan menjadi lebih bersemangat untuk menjalani hidupnya, bukan karena orang tuanya. Sungguh aneh jika orang tua, yang selaku orang yang sedari awal sudah ada dalam hidup si Ryan, tapi tidak dianggap dari hidupnya. Bagaimana tidak, itu semua Ryan lakukan sebab keluarga mereka sedang terjadi broken home, hanya karena sesuatu hal yang sepele menurut Ryan.
            “Ah, hidup ini memang tak adil.” Gumam Ryan sembari menenggak minumannya yang daritadi sudah dipesannya.

BERSAMBUNG.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar