C. I. N. T. A.
“5
Huruf, 1 Kata, Berjuta Makna”
Cinta? Siapapun tahu akan kata itu. Tapi tak
ada satupun yang tahu apa makna dari kata itu. Setiap kita ditanya untuk
menjelaskan apa maksud dari kata tersebut, kita pasti akan menjelaskan tentang
isi hati kita, bukan untuk menjelaskan makna dari kata cinta tersebut. Sama
seperti halnya Ryan, remaja yang tengah tumbuh menuju dewasa itu pun masih
mencari-cari apa makna dari kata cinta, terlebih lagi untuk mencari sosok cinta
sejatinya. Untuk mencari makna cinta saja dia tak sanggup, apalagi untuk
menemukan seorang yang mau mengambil komitmen bersamanya, sulit sekali.
Beruntung, seorang Ryan yang dianugrahi dengan wajah yang biasa-biasa saja
sudah memiliki dambatan hati untuk saat ini.
Terlihat
Ryan sedang mengaduk-aduk minuman yang telah dipesan oleh nya disebuah tempat
makan ternama di daerah yang sedang ia singgahi sementara karena sedang
menuntut ilmu, bisa disebut ia sedang merantau untuk membahagiakan kedua orang
tuanya.
Akhir-akhir ini Ryan sedang murung. Entah apa
yang terjadi, namun yang pasti ketidaksukaannya pada dunia kampus nya lah yang
membuat dia semakin tidak terkendali emosinya, ditambah lagi dengan pacarnya
yang menurutnya terlalu acuh untuk mengungkapkan kata ‘cinta’ saja.
“Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus
terus berpura-pura seperti ini? Melakukan aktifitas yang bisa membuatku gila
perlahan? Aku sudah tak sanggup lagi Tuhan, tolong aku!”
Air
mata keluar dari sela-sela mata Ryan, nampaknya dia benar-benar sudah lelah
dengan hidup ini. Ditambah lagi dengan adanya suatu permasalahan dia dengan
seniornya, entah karena apa, tapi yang jelas itu berbuntut panjang
sampai-sampai senior itu yang menjabat sebagai asisten lab di suatu kampus
ternama di daerah tersebut selalu membuat Ryan frustasi. Bagaimana tidak, dua
kali dia buat laporan dan hasilnya selalu nihil, selalu tidak berjalan mulus
jika ditangani oleh dia, sungguh pria yang kurang beruntung.
“Andaikan
jalan hidupku selalu mulus, pasti hal ini tidak akan terjadi.” Gerutu Ryan terhadap
uneg-uneg nya.
Namun
dari segala keluh kesah Ryan selama di kampus, ada satu hal yang membuat dia
bersemangat ke kampus tersebut. Sudah jelas, dia adalah Fitria, teman satu
jurusannya yang sekarang sudah resmi menjadi pacar nya. Karena Fitria, hidup Ryan yang awalnya dipandang buruk
oleh dirinya sendiri, kini berubah menjadi indah selalu jika sedang bersama
Fitria. Hidup Ryan seolah-olah merupakan lahan kosong, datang seorang gadis
yang menanami berbagai bibit bunga yang indah dan bermekaran disetiap sudutnya.
Karena Fitria juga, Ryan menjadi lebih bersemangat untuk menjalani hidupnya,
bukan karena orang tuanya. Sungguh aneh jika orang tua, yang selaku orang yang
sedari awal sudah ada dalam hidup si Ryan, tapi tidak dianggap dari hidupnya.
Bagaimana tidak, itu semua Ryan lakukan sebab keluarga mereka sedang terjadi broken home, hanya karena sesuatu hal
yang sepele menurut Ryan.
“Ah,
hidup ini memang tak adil.” Gumam Ryan sembari menenggak minumannya yang
daritadi sudah dipesannya.
BERSAMBUNG.......
BERSAMBUNG.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar