Kamis, 01 November 2018

Music Save My Life Edisi ke-2

Yo Whatsapp balik lagi bareng gua Catur di blog yang sangat tidak bermutu ini *ala-ala youtuber*

Kali ini gua bakal ngelanjut membuat postingan yang tidak ada faedahnya sama sekali. Yaps, gua disini bakal meng share ke kalian, lagu-lagu yang menurut gua itu pas banget buat didengerin ketika kalian sedang galau. Eits, bukan berarti gua nge share begini dalam keadaan galau juga, gua cuma mau mewakili perasaan kalian semua yang sedang gundah gulana, kalut, karena diputusin pacar, atau bahkan pusing sedang skripsian. Hehe

Oke lanjut aja, berikut 25 lagu dari berbagai zaman yang menurut gua enak banget di denger ketika suasana hati kita sedang resah :
  1. Fiersa Besari – Nadir
  2. Senja – Perih
  3. Kodaline – High Hopes
  4. The Script – The Man Who Can’t Be Moved
  5. Ada Levine – Lost Stars
  6. James Bay – Let It Go
  7. Fiersa Besari – Garis Terdepan
  8.  Labrinth – Jealous
  9. Danilla – Kalapuna
  10. Kygo, Justin Jesso – Stargazing (Orchestral Version) ft. Bergen Philharmonic Orchestra
  11. Fiersa Besari – Waktu yang salah ft.Tantri
  12. Rocket Rockers – Ingin Hilang Ingatan
  13. The Rain – Gagal Bersembunyi
  14. Ipang Lazuardi – Ada yang Hilang
  15. Naif – Benci Untuk Mencinta
  16. Stars And Rabbit – Man Upon The Hills
  17. Naif – Dimana Aku Disini
  18. Paramore – The Only Exception
  19. Lauv, Julia Michaels – There’s No Way
  20. We The Kings – Sad Song ft. Elena Coats
  21.  Rama – Bertahan
  22. Taeyeon – 11:11
  23. Banda Neira – Sampai Jadi Debu
  24. Stereo Wall – Heaven (Cinta Dari Surga)
  25. Pasto – Tanya Hati


Oke, berikut playlist yang menurut gua pas buat kalian dengerin dikala suasana hati kalian sedang tidak enak. Oiya, lagu itu menurut gua dapat menggambarkan suasana hati dikala mulut tak mampu lagi untuk mengucap segala keluh kesah yang ada di diri kita.

Semoga dengan gua share lagu-lagu tersebut, kalian jadi lebih bisa buat lebih open minded lagi, menerima kenyataan pada dunia yang fana ini.  SEMANGAT! 😄

Sabtu, 13 Oktober 2018

DIA


Aku termenung di sini, di tempat yang begitu ramai. Aku termenung disini, sendiri. Berpikir bahwa mungkin memang ini saatnya. Saat yang tepat untuk melupakan semuanya. Melupakan suatu hal yang membuat ku menjadi kacau. Melupakan suatu hal yang tidak pernah sekalipun memikirkan perasaanku. Melupakan suatu hal yang memang sudah seharusnya ku relakan. Tapi sekali lagi aku berpikir, "kenapa harus aku lupakan? Kenapa harus ku relakan? Sudah cukupkah semua ini? Mengalah terhadap keadaan? Atau mengalah terhadap seseorang yang memang tidak pantas dengannya?"

"Tapi, darimana kau tahu kalau seseorang itu tidak pantas dengannya? Memangnya kau pikir kau ini siapa? Kau Tuhan? Lalu apa yang membuat kau semakin yakin kalau seseorang itu memang tidak pantas dengannya? Hanya menerka nerka saja bukan? Lain kali, jangan pernah sotau menjadi makhluk Tuhan, jangan pernah merasa paling benar."

"Lantas apa yang harus aku lakukan sekarang?"

Kereta pun tak ku sadari sudah datang menghampiri aku dan juga orang lain disekitarnya. Ku tapaki kaki ku dengan perlahan ke dalam gerbong. Ku ayunkan kaki ini perlahan-lahan. Ku dudukan tubuh ku ke kursi. Seketika pikiran ku pun menjadi kacau kembali. Seperti hilang arah, entah aku ini mau kemana, berhenti atau melanjutkan 'perjalanan' ini. Aku tidak tahu.

Love at the first sight, kata-kata yang di ucapkan oleh temannya yang membuat ku menjadi berpikir yang pada awalnya tidak percaya dengan kata-kata itu. "Tapi kalau memang ini cinta pada pandangan pertama, kenapa aku harus sampai memperjuangkan dia? Bukan kah cinta itu mudah dipatahkan? Lalu, kalau sudah dipatahkan kenapa bisa cinta itu utuh kembali? Apa yang membuat nya utuh kembali?"



To be continued . . .